Selasa, 08 November 2011

PTK PKN KLS I

 
BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang Masalah
Guru dalam konteknya sebagai pengajar disekolah, mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan. Sebagai ujung tombak melesatkan siswa agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, ia harus mampu mengelola proses pembelajaran dengan baik, memahami karakteristik siswa, menguasai materi untuk diterjemahkan di dalam kelasnya.
Tetapi siswa sebagai peserta didik yang mempunyai intelegensi, motivasi, gaya belajar dan temperamen yang berbeda-beda, menjadikan ada siswa yang cerdas, ada yang lambat dan ada yang sulit dalam penguasaan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Menurut Gagne, belajar PKn merupakan keinginan untukmempelajari PKn mulai dari proses, terbentuknya suatu proses kemudian berlatih menuangkan dan memanipulasi konsep-konsep tersebut pada situasi baru yang mengutamakan pengertian bukannya hafalan (Erman S, 1995)
Pada akhir pembelajaran mata pelajaran PKn tentang hak anak di rumah dan di sekolah, diadakan evaluasi, hasilnya diperoleh data 5 siswa dari 30 siswa kelas 1 semester II SDN Jambu Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang nilainya dibawah 65 atau 19,34 % belum mencapai 5 KBM yang ditetapkan yaitu 65, serta nilai rata-rata kelaspun masih rendah yakni 80,66. menurut Lukman, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu atau perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (Lukman).
Untuk siswa yang lambat dan sulit menguasai materi pembelajaran, guru sebagai pengelola pengelola pembelajaran bertanggung jawab mengupayakan agar siswa menguasai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Pembelajaran melalui PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Witherington merumuskan bahwa belajar sebagau suatu perubahan dalam kepribadian. Sebagaimana yang dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respons atau tingkah laku yang baru yang ternyata dalam perubahan ketrampilan kebiasaan kesanggupan atau pemahaman (Witherington, 1965).
Evaluasi yang penulis lakukan pada kegiatan akhir, untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran diperoleh data 19,34% tidak menguasai materi pembelajaran. Rendahnya prestasi ini membuat penulis tidak puas, untuk itu penulis mengadakan refleksi diri dengan menyusun sejumlah pertanyaan refleksi. Masalah prestasi ini penulis angkat sebagai PTK sebab bila tidak diatasi akan berdampak buruk bagi sekolah yakni menurunnya kualitas pembelajaran.
Berdasarkan jawaban refleksi dan diskusi teman sejawat, masalah rendahnya prestasi dapat penulis identifikasikan sebagai berikut :
a.         Sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan guru.
b.        Sebagian besar siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru.

Berdasarkan identifikasi masalah siswa tidak memperhatikan penjelasan guru tentang “Hak anak di rumah dan di sekolah”, penulis mencoba menganalisa faktor-faktor penyebabnya :
a.         Terbatasnya kosa kata yang dimiliki siswa.
b.        Siswa tidak diberi kesempatan untuk bertanya.
c.         Siswa tidak diberi teks materi.
d.        Penjelasan guru didominasi dengan metode ceramah.
e.         Dalam penjelasan guru tidak menggunakan alat peraga.
f.         Guru tidak memberi kesempatan siswa bertanya.
g.        Bahasa yang digunakan guru tidak dipahami siswa.
Jean Peaget menggolongkan usia 6/7 tahun untuk kelas I, berfikirnya dalam tahap operasional konkrit dan serba nyata. Jadi penggunaan metode ceramah tanpa disertai alat peraga, akan membosankan dan tidak tertanam dalam struktur kognitif siswa, juga dalam buku Tes dan Asemen di SD menyebutkan usia 6/7 tahun perbendaharaan kata siswa + baru mencapai 2500 kata, mungkin kata yang diucapkan guru ada yang tidak masuk dalam daftar 2500 kata tersebut.

B.            Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, penjelasan guru dalam menyampaikan materi hak anak di rumah dan di sekolah kurang dipahami siswa, penulis merumuskan masalah “Bagaimana Cara Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Hak Anak di Rumah dan di Sekolah dengan Media Gambar di Kelas I SDN Jambu ?”.

C.            Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran yang kami lakukan adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang haknya dirumah dan disekolah. Disamping itu laporan ini kami susun dengan tujuan :
1.        Untuk meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran melalui PTK.
2.        Untuk meningkatkann ketrampilan guru dalam proses pembelajaran.
3.        Untuk meningkatkan minat serta motivasi belajar siswa kelas I terhadap mata pelajaran PKn.
4.        Untuk memenuhi tugas mahasiswa dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PGSD 4412 pada Program S-1 PGSD.

D.           Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
1.        Bagi Siswa
a.         Dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada pembelajaran PKn di kelas I SD.
b.         Dapat meningkatkan ketrampilan tingkah laku dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
2.        Bagi Guru
a.         Sebagai acuan dan perbandingan untuk mengambil tindakan dalam menangani masalah yang sama.
b.         Sebagai masukan untuk meningkatkan minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran PKn di kelas I SD.
c.         Meningkatkan rasa percaya diri guru dalam proses pembelajaran mata pelajaran PKn di kelas I SD.
3.        Bagi Sekolah dan Pendidikan secara umum
a.         Memberikan sumbangan positif tentang metode pembelajaran PKn di kelas I SD.
b.         Menanggulangi kesulitan pembelajaran PKn di kelas I SD
c.         Menciptakan kerja sama yang kondusif antara peneliti dengan sekolah untuk kemajuan sekolah dalam mata pelajaran PKn.


















BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A.           Pengertian Strategi Pembelajaran
Pengertian strategi pembelajaran adalah pendekatan, prosedur, metode, model dan teknik yang dipergunakan dalam menyajikan bahan/ isi kurikulum. Sudjana (1988) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran pada hakekatnya adalah tindakan nyata dari guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui cara tertentu yang dinilai lebih efektik dan lebih efisien.
Dengan kata lain, strategi berhubungan dengan siasat atau taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan kurikulum secara sistemik dan sistimatik, sistemik mengandung arti adanya saling keterkaitan antara komponen kurikulum sehingga terorganisasikan secara terpadu dalam mencapai tujuan, sedangkan sistemik mengandung arti bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru secara berurutan sehingga mendukung tercapainya tujuan. Menurut Lukman, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu atau perubahan lingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (Lukman).
Menurut peneliti, belajar adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada semua orang yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan akibat proses belajar, seperti perubahan pengetahuan, pemahaman konsep, ketrampilan, tingkah laku, kecakapan dan kemampuan pada diri seseorang.
Secara umum tugas guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai fasilitator yang bertugas menciptakan situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa. Dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, ada dua tugas yang harus dilaksanakan guru dalam kegiatan pembelajaran yang efektif. Kedua tugas tersebut sebagai pengelola pembelajaran dan sebagai pengelola kelas. Sebagai pengelola pembelajaran guru bertugas untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Dalam melaksamnakan tugasnya sebagai pengajar guru harus memainkan berbagai peranan, diantaranya sebagai manusia sumber komunikator, mediator, pembimbing dan peneliti.
Berkaitan dengan perannya sebagai manusia sumber, guru harus mampu menyampaikan informasi tersebut dapat dipahami oleh siswa (sebagai komunikator) gaya penyajian yang digunakan guru dalam membahas materi pembelajaran berpengaruh terhadap perhatian siswa.
Menurut pendapat Slavin (Suciati, dkk 2005 : 5,19), materi pelajaran hendaknya disajikan dengan cara yang menarik sehingga rasa ingin tahu siswa siswa terhadap materi pelajaran meningkat. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan metode dan media yang bervariasi agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

B.            Penerapan Metode Tanya Jawab
Penyampaian materi hak anak di rumah dan di sekolah di kelas I bila hanya menggunakan metode ceramah apa yang menjadi tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan optimal sebab ditinjau dari pengertian, kata hak adalah sesuatu yang abstrak. Untuik siswa kelas I yang berusia 6/7 tahun, menurut Jean Peaget taraf berfikirnya kategori preoperasional periode dalam tahapan intuitif. Dimana siswa hanya dapat memahami melalui pengamatan yang bersifat egosentrik (berpusat pada dirinya, belum memahami cara orang lain memandang untuk objek yang sama).
Juga dalam buku Tes dan Asesmen, hasil penelitian perbendaharaan kata anak usia 6/7 tahun baru mencapai + 2500 kata. Bisa jadi kata hak tidak termasuk dalam perbendaharaan kata yang dimiliki oleh siswa. Jadi kata hak adalah suatu kata yang asing bagi siswa.
Agar materi anak di rumah dan di sekolah dapat dipahami oleh siswa kelas I dengan baik, guru perlu suatu strategi dalam penyampaiannya. Melihat karakteristik siswa kelas I bahwa hal-hal yang bersifat konkret lebih mudah dipahami dari pada yang abstrak, kemampuan mengingat (memori) dan berbahasa berkembang sangat cepat, sebaiknya dalam menyampaikan materi guru menggunakan alat peraga berupa gambar yang dialami siswa di rumah dan di sekolah serta mengajak siswa bercakap dengan bertanya jawab tentang gambar yang diperlihatkan guru, dan menjelaskan kata-kata yang tidak dipahami oleh siswa.
Materi hak anak di rumah dan di sekolah sebenarnya sejalan atau relevan dengan kebutuhan siswa. Bila siswa benar-benar memahaminya, belajar akan mempunyai makna pada diri siswa, siswa sadar akan haknya. Sependapat dengan prinsip belajar menurut Carl Rogers (65 : 1969) belajar bermakna bila materi relevan dengan kebutuhan anak.
Oleh sebab itu agar siswa dalam belajar memperoleh makna, guru dalam perbaikan pembelajarannya :
1.        Menggunakan metode yang bervariasi.
2.        Menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi.
3.        Menambah dan memperluas perbendaharaan kata siswa.
4.        Menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa.
Metode dan strategi pengajaran yang dapat mengatasi dan mencapai tujuan pelajaran PKn pada pokok bahasan hak anak dirumah dan di sekolah adalah menggunakan metode ceramah bervariasi.
Metode ceramah bervariasi mempunyai keuntungan sebagai berikut :
1.        Dapat digunakan untuk menyajikan beberapa materi dalam satu kali sajian sehingga waktu menjadi lebif efisien. Dengan cara ini diharapkan materi pelajaran dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang disediakan dengan penyajian yang bermakna dan menarik.
2.        Dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.
3.        Menunjukkan daya tarik siswa dalam belajar karena ssiswa dapat terlibat langsung dalam pembahasan dan materinya.
4.        Meningkatkan rasa percaya diri.
5.        Mengaktifkan penggunaan pendekatan ketrampilan proses dalam melaksanakan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kecerdasan siswa.
Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ceramah bervariasi akan memudahkan guru ataupun siswa dalam menginternalisasi konsep-konsep dan nilai-nilai dari suatu pengetahuan. Dengan metode ceramah bervariasi, kegiatan dan keterlibatan siswa sangat tinggi dalam pelajaran serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran PKn.

C.            Pengertian Motivasi
Pengertian motivasi menurut Gleitmen (1986) dan Reber (1988), yang dikutip Syah (2006), motivasi adalah keadaan internal baik manusia maupun hewan yang memdorong untuk berbuat sesuatu.
Motivasi dapat dibedakan menjadi menurut sumbernya, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah dorongan untuk berbuat sesuatu yang berasal dari dalam diri seseorang atau siswa untuk belajar. Contoh motivasi intrinsik adalah menyenangi pelajaran tertentu dan motivasi berprestasi. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk berbuat sesuatu atau belajar sesuatu secara tekun yang berasal dari luar individu seseorang atau siswa. Contoh motivasi ekstrinsik adalah pujian, hukuman (teguran, sanksi), peraturan, suri tuladan.
Dalam kaitannya dengan motivasi belajar, motivasi yang penting atau signifikan terhadap hasil belajar adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak tergantung dari orang luar.
Hasil belajar merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar, karena dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, jika pencapaian hasil belajar itu tinggi dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajar itu berhasil.
Hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh seorang siswa setelah melakukan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Usaha tersebut dipengaruhi oleh kondisi dan situasi tertentu, yaitu pendidikan dan latihan dalam suatu jenjang tertentu.
Menurut Sudjana (1991), penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu.
Menurut Arikunto (2001), hasil belajar sebagai indikator perubahan terhadap tingkah laku yang meliputi 3 ranah, yaitu kognitif (pemahaman), afektif (sikap), dan psikomotorik (ketrampilan).
Dengan cara memotivasi siswa maka dalam pembelajaran PKn tentang hak anak di rumah dan di sekolah berhasil dengan baik.

D.      Pengertian Media Gambar
Gambar merupakan alat atau bahan yang mengandung informasi dan fakta. Fungsi gambar dalam pembelajaran menurut Hornby (dalam Nursiyani, 2002:46) adalah :
1.        Memperjelas keterangan guru.
2.        Memperkuat pemahaman siswa pada suatu konteks atau tema pembelajaran.
3.        Membangkitkan minat atau motivasi siswa.
4.        Menumbuhkan daya cipta siswa dengan merangkaikan kata-kata menjadi kalimat.
5.        Menjadikan proses pembelajaran berlangsung secara kondusif.
6.        Mencegah rasa bosan.
Menurut Schram (1977) mengemukakan bahwa meedia pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Dengan media gambar siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi / materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Dengan menggunakan media pembelajaran secara fisik seperti buku, film video dan sebagainya anak dapat secara langsung membaca dan melihat sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN


A.           Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas I SD Negeri Jambu, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dimulai dari tanggal 24 Maret 2009 sampai 28 Maret 2009. Adapun jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk mata pelajaran PKn adalah sebagai berikut :
-            Tanggal 24 Maret 2009 mata pelajaran PKn Siklus I.
-            Tanggal 28 Maret 2009 mata pelajaran PKn Siklus II.
Subjek penelitian kelas I, dengan jumlah 30 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Dari 30 siswa tersebut, 20% siswa berkemampuan tinggi, 55% siswa berkemampuan sedang, dan 25% siswa berkemampuan rendah.

B.            Diskripsi per Siklus
1.        Siklus I
a.         Perencanaan Tindakan
Pada siklus I guru merencanakan pembelajaran dengan metode tanya jawab, ceramah, demonstrasi, latihan, dan penugasan. Guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tentang hak anak di sekolah dan di rumah. Guru mengkondisikan siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b.         Pelaksanaaan Tindakan
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan pembelajaran PKn pada siklus I adalah :
1.    Guru memberikan bacaan hak anak di rumah dan di sekolah.
2.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan kata-kata yang tidak dipahami.
3.    Guru menjelaskan kata-kata yang tidak dipahami siswa.
4.    Guru Menjelaskan kembali materi hak anak di rumah dan di sekolah.
5.    Siswa mengerjakan evaluasi
c.         Pengamatan (Observasi)
Sebagai pengamat dam kegiatan pembelajaran ini peneliti dibantu oleh teman sejawat Zulaemah, S.Pd nip. 131186200  dengan menggunakan lembar observasi. Dari hasil pengamatan selama perbaikan pembelajaran berlangsung muncul hal-hal sebagai berikut :
1.     Beberapa siswa kurang memperhatikan pelajaran.
2.     Sebagian siswa sudah aktif dalam pembelajaran.
3.     Siswa yang merasa belum jelas sudah berani bertanya.
4.     Semua siswa menyelesaikan tugas dengan baik.
            Dengan penjelasan guru tentang hak anak dirumah dan di sekolah, siswa lebih memahami materi pembelajaran. Untuk mengetahui berapa jauh ketrampilan dan pemahaman siswa tentang hak anak di rumah dan di sekolah guru memberi evaluasi yang dikerjakan secara individu. Dari data yang diperoleh, nilai formatif siklus I mengalami peningkatan dari sebelum perbaikan pembelajaran.
d.        Refleksi
Setelah selesai pembelajaran siklus I, peneliti melakukan refleksi dengan dibantu teman sejawat. Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, sebagian besar siswa sudah aktif dalam pembelajaran, karena guru sudah menggunakan alat peraga tentang hak anak di rumah dan di sekolah dalam metode penerapan. Namun karena masih terdapat siswa yang kurang memperhatikan pelajaran, maka guru akan memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II dengan memberi tugas tentang hak anak di rumah dan di sekolah, untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa maka guru lebih banyak memberikan motivasi kepada siswa tentang hak anak di rumah dan di sekolah, sehingga prestasi siswa meningkat.

2.        Siklus II
a.         Perencanaan Tindakan
Pada siklus II ini, penggunaan alat peraga dan metode tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi hak anak di rumah dan di sekolah. Perencanaan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah bervariasi, demonstrasi dan penugasan. Untuk lebih menarik siswa, demontrasi alat peraga tentang hak anak di rumah dan di sekolah dan guru menjelaskannya. Guru akan lebih meningkatkan motivasi siswa dengan memberikan pujian tentang sikap siswa di rumah dan di sekolah.
b.         Pelaksanaan Tindakan
Setelah guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru melaksanakan langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran PKn sebagai berikut :
1)            Guru mengajukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan.
2)            Guru memperlihatkan gambar yang sesuai dengan materi.
3)            Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang gambar yang diperlihatkan guru.
4)            Guru menjelaskan hak anak di rumah dan di sekolah.
5)            Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya.
6)            Siswa mengerjakan evaluasi
7)            Menilai hasil tes dan menganalisa.
8)            Memberi PR untuk latihan.
c.         Pengamatan ( Observasi)
Peneliti melakukan pengamatan dengan dibantu teman sejawat Zulaimah, S.Pd NIP. 131 186 200 dari hasil siklus II, selama perbaikan pembelajaran berlangsung terjadi peningkatan sebagai berikut :
1).     Perhatian siswa tertahap materi pembelajaran meningkat.
2)      Siswa sudah berani mengemukakan pendapat atau bertanya.
3.      Siswa aktif dalam pembelajaran.
4.      Semua siswa menyelesaikan tugas dengan baik.
5.      Terjadi peningkatan motivasi pada diri siswa dengan adanya gambar hak anak di rumah dan di sekolah.
Penerapan metode tanya jawab dengan bimbingan guru sangat membentu pemahaman siswa. Motivasi siswa lebih meningkat dengan umpan balik yang diberikan guru berbentuk alat peraga tentang hak anak di rumah dan di sekolah.
Dari data yang diperoleh hasil tes formatif perbaikan pembelajaran silkus II mengalami peningkatan dari siklus I. hal ini membuktikan bahwa metode yang dipilih yaitu metode tanya jawab dengan alat peraga dan pemberian motivasi guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
d.        Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan masukan teman sejawat, peneliti melakukan refleksi. Penerapan metode tanya jawab dengan melibatkan siswa pada mata pelajaran PKn tentang hak anak di rumah dan di sekolah lebih menarik perhatian siswa. Dan metode tanya jawab sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan dan pemahaman siswa dalam hak anak di rumah dan di sekolah.
Selain itu, hasil siswa dengan dibahas serta diberi pujian atau komentar juga akan meningkatkan moptivasi siswa. Pemahaman siswa lebih meningkat, dengan merancang dan melakukan tindakan perbaikan guru memiliki ketrampilan yang meningkat dalam mengelola KBM. Jumlah siswa 30 sudah tuntas mencapai KKM. 65 keatas semuanya, siswa masih tetap diberi motivasi agar meningkatkan belajarnya.







BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.           Deskripsi Hasil Penelitian
1.        Siklus I
Berdasarkan pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I, diperoleh data terjadi peningkatan perhatian siswa sehingga suasana kelas lebih tenang. Namun masih ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan pelajaran. Siswa sudah berani bertanya, dan melaksanakan tugas dengan baik.
Metode yang digunakan tidak hanya  ceramah dan tanya jawab, tetapi juga demonstrasi, penugasan serta latihan. Demonstrasi dalam bentuk alat peraga gambar anak di rumah dan di sekolah. Dengan menjelaskan terlebih dahulu kata-kata yang tidak dipahami siswa, bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi hak anak dirumah dan di sekolah jadi mudah dipahami siswa. Siswa dalam mengerjakan tes formatif hasilnya ada peningkatan.
Hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes formatif perbaikan pembelajaran siklus I mengalami peningkatan dari sebelum perbaikan. Nilai rata-rata sebelum perbaikan 80,66 sedang setelah perbaikan siklus I menjadi 84,0. kemampuan peroranganpun juga mengalami peningkatan. Pada tes formatif sebelum perbaikan, siswa yang mendapat nilai lebih dari 65 ada 25 siswa (83,33%), sedang pada siklus I menjadi 26 siswa (86,67%). Berikut ini kami sajikan data hasil tes formatif sebelum perbaikan dan setelah perbaikan pembelajaran siklus I dalam bentuk tabel dan grafik.




Tabel 1 Persentase Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan
No
Nilai
Banyak Siswa
Jumlah
Prosentase
1
2
3
4
5
6
50
60
70
80
90
100
3
2
5
7
6
7
150
120
350
560
540
700
10 %
6,67 %
16,67 %
23,33 %
20,0 %
23,33 %

Jumlah
30
2.420
100 %

Rata-rata

80,66


Grafik 1 Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan

Berdasarkan Tabel 1 dan Grafik 1 dapat diketahui bahwa jumlah siswa kelas I yang mendapat nilai 60 kebawah berjumlah 5 siswa dan yang mendapat nilai 70 keatas berjumlah 25 siswa, jadi rata-rata nilai kelas satu kelas baru mencapai 80,66. jadi peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran melalui siklus I. peneliti berusaha meningkatkan hasil tes anak dengan metode yang bervariasi dan menambah alat peraga yang lebih jelas.
Tabel 2 Persentase Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus I
No
Nilai
Banyak Siswa
Jumlah
Prosentase
1
2
3
4
5
60
70
80
90
100
4
4
7
6
9
240
280
560
540
900
13,33 %
13,33 %
23,34 %
20,0 %
30,0 %

Jumlah
30
2.520
100 %

Rata-rata

84,0


Grafik 2 Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus I

Berdasarkan Tabel 2 dan Grafik 2 dapat diketahui bahwa jumlah siswa kelas I, yang mendapatkan nilai 60 kebawah berjumlah 4 siswa dan yang mendapat nilai 70 ke atas 26 siswa, jumlah semua siswa kelas I 30 siswa. Jadi nilai rata-rata satu kelas mencapai 84,0, jadi peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran melalui siklus II. Pada siklus I belum tuntas maka akan diadakan perbaikan agar pada siklus II peneliti merasa puas dengan hasil yang menemui ketuntasan.
2.        Siklus II
Pada perbaikan pembelajaran siklus II ini, siswa lebih meningkatkan minat dan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan. Siswa lebih menaruh perhatian karena untuk mendemonstrasikan alat peraga hak anak di rumah dan di sekolah menjadi lebih jelas.
Adanya alat peraga berupa gambar hak anak di rumah dan di sekolah, siswa lebih memahami tentang pelajaran PKn. Penerapan metode tanya jawab dan ceramah bervariasi dalam pembelajaran tentang hak anak di rumah dan di sekolah sangat sesuai. Pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan secara individu terutama terhadap siswa yang berkemampuan rendah sehingga sangat membantu pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain tes yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan pembelajaran, guru juga memberikan tugas dirumah sehingga dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam menjawab pertanyaan. Guru dapat meningkatkan motivasi siswa  dalam pembelajaran PKn.
Hal ini dapat diketahui dari hasil tes formatif perbaikan pembelajaran siklus II yang mengalami peningkatan. Tabel 3 dan Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada tes formatif perbaikan pembelajaran siklus I 84,0 meningkat menjadi 85,66 pada siklus II. Kemampuan peroranganpun juga mengalami peningkatan. Pada siklus I siswa yang mendapat nilai lebih dari 70 ada 26 siswa (86,67 %), sedangkan pada siklus II menjadi 30 siswa (100 %).
Hasil tersebut dapat dilihat pada hasil tes formatif perbaikan pembelajaran siklus II yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Tabel 3 Persentase Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus II
No
Nilai
Siswa yang Mendapat Nilai
Jumlah
Prosentase
1
2
3
4
70
80
90
100
8
7
5
10
560
560
450
1000
26,67 %
23,33 %
16,67 %
33,33 %

Jumlah
30
2570
100 %

Rata-rata

65,66

Grafik 3 Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus II

Berdasarkan tabel 3 dan grafik 3 dapat diketahui bahwa jumlah siswa kelas I SD Jambu 30 siswa. Siswa yang mendapat nilai 60 ke bawah tidak ada, semua mendapat nilai 70 ke atas. Jadi dalam Siklus II dalam perbaikan pembelajaran peneliti menyatakan sudah tuntas, karena nilai rata-rata mencapai 85,66 (100 %). Maka dari itu peneliti tetap memotivasi terhadap siswa agar nilainya selalu memenuhi ketuntasan.
Dari hasil diskusi dengan teman sejawat, perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan guru sudah menunjukkan keberhasilan. Namun masih juga adanya kegagalan .
Keberhasilan yang kami temukan :
1.             Siklus I
a.         Terjadi peningkatan prestasi siswa
Nilai rata-rata tes formatif sebelum perbaikan rata-rata 80,66 dengan tingkat ketuntasan 83,33 %, menjadi 84,0 dengan tingkat ketuntasan 86,67 %.
b.    Penerapan metode tanya jawab dan ceramah
bervariasi dan penggunaan alat peraga berupa gambar hak anak di rumah dan di sekolah dapat meningkatkan siswa dalam pembelajaran PKn di kelas I.

2.             Siklus II
a.         Terjadi peningkatan prestasi siswa.
Niali rata-rata tes formatif siklus I 84,0 dengan tingkat ketuntasan 86,67 %, menjadi 85,66 dengan tingkat ketuntasan 100 %.
b.Selain penerapan metode tanya jawab dan ceramah bervariasi dan penggunaan alat peraga yang berupa gambar hak anak di rumah dan di sekolah dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran.

Sedangkan kegagalan yang dapat kami temukan adalah :
1.       Siklus I
a.    Dari hasil tes formatif siklus I, masih terdapat 4 siswa yang mendapat nilai kurang dari 70.
b.    Motivasi kurang karena kurangnya umpan balik guru.
2.       Siklus II
a.    Dari hasil tes formatif II, jumlah siswa kelas I 30 siswa sudah mendapat nilai 70 keatas.
b.    Motivasi siswa sudah berhasil baik.

B.            Pembahasan
Hasil perbaikan pembelajaran siklus I menunjukkan bahwa prestasi siswa belum optimal karena minat dan perhatian belum menyeluruh. Untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan pemahaman siswa tentang materi hak anak di rumah dan di sekolah guru menggunakan alat peraga berupa gambar hak anak di rumah dan di sekolah. Hal tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun peningkatan prestasi belum optimal karena motivasi siswa masih kurang.
Pada perbaikan pembelajaran siklus II minat dan perhatian siswa sudah menyeluruh, suasana kelas lebih siap, siswa sudah berani bertanya dan semua siswa melaksanakan tugas dengan baik. Perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena guru selalu mempersiapkan kondisi awal siswa sebelum pembelajaran, menggunakan alat peraga / contoh gambar hak anak di rumah dan di sekolah, mengoptimalkann metode tanya jawab dan ceramah bervariasi, serta memberikan umpan balik terhadap siswa.
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa tersebut dapat tercapai karena :
1.        Guru selalu mempersiapkan kondisi awal siswa sebelum kegiatan pembelajaran. Sebab, mempersiapkan kondisi awal siswa sebelum kegiatan pembelajaran merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pembelajaran. Dengan langkah tersebut, siswa akan merasa siap dan tenang dalam menerima pelajaran karena terfokus pada kegiatan pembelajaran. Menurut pendapat Slavin (Suciati dkk, 2005 ; 5,19 ), materi pelajaran hendaknya disajikan dengan cara yang menarik sehingga rasa ingin tahu siswa terhadap materi pelajaran meningkat. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan metode dan media yang bervariasi agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
2.        Guru menggunakan alat peraga yang tepat dalam pembelajaran hak anak di rumah dan di sekolah. Penggunaan alat peraga gambar tersebut dengan didemonstrasikan untuk diamati oleh setiap siswa. Dengan alat tersebut siswa mempunyai gambaran yang lebih konkret tentang hak anak di rumah dan di sekolah. Untuk siswa kelas I yang berusia 6/7 tahun, menurut Jean Peaget taraf berfikirnya kategori preo[erasional periode dalam tahapan intuitif. Dimana siswa hanya dapat memahami melalui pengamatan yang bersifat egosentrik (berpusat pada dirinya, belum memahami cara orang lain memandang untuk objek yang sama).
3.        Guru menggunakan metode tanya jawab dan ceramah bervariasi, sebagai metode yang dirasa tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam materi hak anak di rumah dan di sekolah. Maka kecerdasan anak akan semakin meningkat karena pengetahuan anak membutuhkan proses. Bila siswa benar-benar memahaminya, belajar akan mempunyai makna pada diri siswa, siswa sadar akan haknya. Sependapat dengan prinsip belajar menurut Carl Rogers (65 : 1969 ) belajar bermakna bila materi relevan dengan kebutuhan anak
4.        Guru meningkatkan motivasi siswa dengan memberikan umpan balik (feed back) dalam bentuk hasil belajar siswa yang baik dengan disertai komentar maupun pujian. Menurut Gleitmen (1986) dan Reber (1988), yang dikutip Syah (2006), motivasi adalah keadaan internal baik manusia maupun hewan yang mendorong untuk berbuat sesuatu. Menurut pendapat Wright (Suciati, dkk, 2005 : 5 – 20), tugas guru sebagai pengelola pembelajaran dan pengelola kelas yang harus dilakukan guru untuk memotivasi belajar siswa adalah :
Tunjukkan sikap positif, beri kegiatan bermakna, tunjukkan semangat belajar, terapkan disiplin fleksibel, beri kesempatan siswa aktif, beri kesempatan siswa menilai diri, dan beri kesempatan siswa peroleh kebanggaan. Jadi dengan membacakan hasil tes siswa akan memperoleh kebanggaan sehingga mendorong siswa untuk berprestasi lebih baik.
Pengamatan terhadap hasil tes formatif siklus II menunjukkan hasil yang baik dan memuaskan, dengan jumlah 30 siswa sudah mendapatkan nilai 65 keatas. Hasil yang baik umumnya diperoleh siswa yang berkemampuan tinggi dan sedang.






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A.           Kesimpulan
Dari hasil perbaikan pembelajaran terhadap materi hak anak di rumah dan di sekolah di kelas I SD Negeri Jambu Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1.        Minat dan perhatian siswa kelas I terhadap mata pelajaran PKn dapat ditingkatkan melalui pengkondisian awal siswa secara intensif dan melibatkan siswa dalam penggunaan alat peraga.
2.        Penggunaan alat peraga gambar hak anak di rumah dan di sekolah dapat meningkatkan pemahaman siswa.
3.        Kata hak adalah suatu kata yang abstrak, penjelas, sulit dipahami siswa yang berfikirnya kategori operasional konkrit.
4.        Penggunaan metode tanya jawab dan ceramah bervariasi dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa dan ketrampilan siswa.
5.        Penjelasan guru sulit dipahami bila ada kata-kata yang tidak dikenal oleh siswa.

B.            Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, saran-saran sebagai tindak lanjut         adalah :
1.        Bagi Guru
a.         Selalu memperhatikan kondisi awal siswa dalam pembelajaran.
b.         Menggunakan alat peraga dalam menjelaskan materi, agar bisa lebih dipahami siswa yang taraf berfikirnya kategori operasional konkrit.
c.         Memilih dan menggunakan metode yang bervariasi dalam menyajikan materi pembelajaran agar siswa tidak bosan.
d.        Memotivasi siswa agar lebih berminat dalam pembelajaran.
e.         Memberikan pelayanan kepada siswa dengan penuh dedikasi dengan memperhatikan perbedaan individu siswa.

2.        Bagi Sekolah
Menciptakan iklim belajar yang kondusif, agar siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam pembelajaran.





                                                                                                          



















DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin, MA. Prof Dr, dkk, 2005, Profesi Keguruan 2, Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
A Sunawi Zainuh, M.Ed. Prof Dr, 2005, Tes dan Asesmen di SD, Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Kurikulum Sekolah Dasar KTSP, 2006, Kelas I.
Mulyani Sumantri, dkk, 2005, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Rini Ningsih, MPd, 2005, Belajar dan Pembelajaran 2, Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Suparna Nana, dkk, 2006, Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I, Jakarta : Penerbit Erlangga.
Wardani I.G.A.K, dkk, 2003, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Widiastuti Setiati, dkk, 2008, Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI, Kelas I, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.








Lampiran 1

Format Kesediaan Teman Sejawat dalam Penyelenggaraan PKP

Kepada
Kepala UPBJJ Universitas Terbuka
Di Semarang


Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :

Nama                            :    ZULAIMAH, S.Pd                                 
NIP                               :    131186200
Tempat Mengajar          :    SD NEGERI JAMBU
Alamat Sekolah            :    Tempurejo, Tempuran, Magelang
Telepon                         :    (0293) 313556

Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama :

Nama                            :    SITI KHUSNIYAH                   
NIM                              :    813937679
Program Studi               :    S.1 PGSD
Tempat Mengajar          :    SD NEGERI JAMBU
Alamat Sekolah            :    Tempurejo, Tempuran
Telepon                         :

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Mengetahui
Kepala Sekolah




MUH SUMARYATIN
NIP. 130652810
Tempuran, 10 Maret 2009
Teman Sejawat




ZULAIMAH, S.Pd
NIP. 131186200
Lampiran 2

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda yangan di bawah ini :

Nama                            :    SITI KHUSNIYAH
NIM                              :    813937679
UPBJJ                           :    Semarang

Menyatakan bahwa
Nama                            :    ZULAIMAH, S.Pd
Tempat Mengajar          :    SDN Jambu, Tempuran Magelang
Guru Kelas                    :    VI (enam)

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 4904 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.



Teman Sejawat



ZULAIMAH, S.Pd
NIP. 131186200
Tempuran, 10 Maret 2009
Yang Membuat Pernyataan



SITI KHUSNIYAH
NIM. 813937679



Lampiran 6

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

Mata Pelajaran         :    PKn
Kelas / Semester       :    I / II
Alokasi Waktu         :    2 x 30 menit
Pelaksanaan              :    24 Maret 2009

I.              Kompetensi Dasar
3.2.       Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah.

II.      Hasil Belajar
Siswa dapat menyebutkan hak anak di rumah dan di sekolah.

III.    Indikator / Tujuan Pembelajaran Khusus
1.        Dengan melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan 3 hak di rumah.
2.        Dengan melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan 3 hak di sekolah.
3.        Dengan melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan yang memberi hak kepada kita.

IV.    Tujuan Perbaikan
1.    Siswa daapat memahami penjelasan guru tentang hak anak di rumah dan di sekolah.
2.    Siswa dapat menyebutkan yang memberi hak kepada kita.

V.      Materi Pokok
Hak anak di rumah dan di sekolah.

VI.    Kegiatan Pembelajaran
A.      Metode
1.         Ceramah
2.         Penugasan
3.         Demonstrasi

B.       Langkah-langkah Pembelajaran
1.         Pra kegiatan ( + 5 menit )
a.         Guru menyiapkan perlengkapan pembelajaran
b.        Guru mengucapkan salam
c.         Guru mengabsen siswa
d.        Guru mengkondisikan siswa
e.         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2.         Kegiatan Awal ( + 5 menit )
Sebagai apersepsi guru menanyakan diberi apa oleh orang tua tadi ketika anak-anak akan berangkat sekolah ?
Guru memberi teks bacaan.
3.         Kegiatan Inti ( + 30 menit )
a.         Siswa membaca teks
b.        Guru menyuruh siswa menanyakan kata-kata yang tidak di mengerti.
c.         Guru menjelaskan kata-kata yang tidak dimengerti siswa.
d.        Guru menjelaskan materi hak anak di rumah dan di sekolah.
e.         Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
4.         Kegiatan Akhir ( + 20 menit )
a.         Guru mengadakan tes formatif.
b.        Siswa mengerjakan evaluasi
c.         Guru mengoreksi pekerjaan sswa
d.        Guru menganalisa hasil tes.
5.         Tindak lanjut
a.         Guru memberi motivasi bagi siswa yang hasilnya kurang baik dan memberi penguatan bagi siswa yang hasilnya baik.
b.        Guru memberi tugas di rumah kepada siswa secara individu.

VII.   Media dan Sumber Belajar
A.      Media dan Sumber Belajar
Gambar hak anak di rumah dan di sekolah.
B.       Sumber Belajar
1.         Buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP – SD?MI) kelas I Tahun 2006.
2.         Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD kelas I Nana Suparna Penerbit Erlangga.
3.         Buku Pendidikan Kewarganegaraan SD?MI kelas I Setiati Widiastuti dkk Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
4.         Pengembangan Guru.

VII.   Evaluasi
A.      Prosedur Tes
1.         Tes awal                        :    ada, secara tulis
2.         Tes dalam proses           :   
3.         Tes akhir                       :    ada, secara tulis
B.       Bentu Tes
Isian
C.       Jenis Tes
1.         Tes lisan                        :
2.         Tes Tertulis                   :    untuk tes akhir
D.      Alat Tes
1.         Tes awal                        :    Tanya jawab
2.         Tes dalam proses           :    -
3.         Tes Akhir                      :    soal tes formatif



Mengetahui
Kepala Sekolah / Pengamat




MUH SUMARYATIN
NIP. 130652810
Jambu, 22 Maret 2009
Mahasiswa




SITI KHUSNIYAH
NIM. 813937679







Lampiran 7

TES FORMATIF

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat !
1.             Manusia sejak lahir sudah memiliki …..
2.             Hak yang ada sejak lahir disebut …..
3.             Hak adalah sesuatu yang harus …..
4.             Orang tua yang baik ….. pendapat anaknya.
5.             Hak merupakan anugrah yang diberikan …..
6.             Memaksakan hak kepada orang lain termasuk sikap …..
7.             Hak harus diterima dengan rasa …..
8.             Mendapat makan dan minum adalah hak anak di …..
9.             Manfaat pelajaran adalah hak anak di …..
10.         Setiap anak berhak untuk bertanya dan menyampaikan …..
















Lampiran 8

KUNCI JAWABAN

1.             Hak
2.             Hak asasi
3.             Kita terima
4.             Menghargai
5.             Tuhan
6.             Tidak baik
7.             Ikhlas
8.             Rumah
9.             Sekolah
10.         Pendapat

Score Penilaian
-            Jawaban benar nilai 1
-            Jawaban salah nilai 0

NA : Jumlah jawaban benar X 10











Lampiran 9

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

Mata Pelajaran         :    PKn
Kelas / Semester       :    I / II
Alokasi Waktu         :    2 x 30 menit
Pelaksanaan              :    28 Maret 2009

I.       Kompetensi Dasar
3.2.    Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah.

II.      Hasil Belajar
Siswa dapat menjelaskan hak anak di rumah dan di sekolah.

III.    Indikator / Tujuan Pembelajaran Khusus
1.    Dengan melalui penjelasan guru siswa dapat menjelastkan 3 hak anak di rumah.
2.    Dengan melalui penjelasan guru siswa dapat menjelastkan 3 hak di sekolah.

IV.    Tujuan Perbaikan
Dengan menggunakan alat peraga dan metode yang bervariasi siswa memahami penjelasan guru tentang hak anak di rumah dan di sekolah.

V.      Materi Pokok
Bacaan “Hak anak di rumah dan di sekolah”.

VI.    Kegiatan Pembelajaran
A.   Metode
1.         Ceramah
2.         Tanya jawab
3.         Tugas
4.         Demonstrasi


B.   Langkah-langkah Pembelajaran
1.    Pra kegiatan ( + 5 menit )
a.         Guru menyiapkan perlengkapan pembelajaran
b.        Guru mengucapkan salam
c.         Guru mengabsen siswa
d.        Guru mengkondisikan siswa
e.         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2.    Kegiatan Awal ( + 5 menit )
Sebagai apersepsi guru mengadakan tanya jawab tentang hak yang diterima anak dari orang tua di rumah.
3.    Kegiatan Inti ( + 30 menit )
a.    Guru memperlihatkan gambar tentang anak dengan orang tua dan anak dengan guru.
b.    Dengan tanya jawab tentang gambar guru menjelaskan hak anak di rumah dan di sekolah.
c.    Guru memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya.
d.    Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan penjelasan.
e.    Evaluasi.
4.    Kegiatan Akhir ( + 20 menit )
a.    Siswa mengerjakan evaluasi
b.    Guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
c.    Guru menganalisa hasil pekerjaan siswa.

VII.   Media dan Sumber Belajar
A    Media /Alat Peraga
1.    Bacaan anak di rumah dan di sekolah.
2.    Gambar hak anak di rumah dan di sekolah.

B.   Sumber Belajar
1     Buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP – SD/MI) kelas I.
2.    Buku PKn Kelas ! SD halaman 44 – 45 Rini Ningsih, S.Pd, Yudhistira.
3.    Pengembangan guru.

VII.   Evaluasi
A.      Prosedur Tes
1.         Tes awal                             :    ada, secara lesan
2.         Tes dalam proses               :    ada, secara tertulis
3.         Tes akhir                            :    ada, secara tertulis

B.       Bentuk Tes
Isian

C.       Jenis Tes
1.         Tes lisan                             :     untuk tes awal
2.         Tes Tertulis                        :     untuk tes dalam proses dan tes akhir

D.      Alat Tes
1.         Tes awal                             :     Tanya jawab
2.         Tes Akhir                           :     Soal tes


Mengetahui
Kepala Sekolah / Pengamat



MUH SUMARYATIN
NIP. 130652810
Tempuran, 27 Maret 2009
Mahasiswa



SITI KHUSNIYAH
NIM. 813937679











Lampiran 10

TES FORMATIF

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1.             Mendapat kasih sayang adalah hak anak di mana ?
2.             Sesuatu yang diterima anak disebut ?
3.             Kepada siapa anak bertanya jika belum jelas ?
4.             Dimanakah tempat meminjam buku cerita di sekolah ?
5.             Rajin belajar menjadikan kita bagaimana ?
6.             Dimana kita menerima pelajaran dari guru ?
7.             Setelah lelah mengikuti pelajaran siswa berhak apa ?
8.             Kapan siswa berhak menerima rapor ?
9.             Siapa yang membawa ke dokter jika anak sakit di rumah ?
10.         Berapa kali anak-anak makan setiap hari ?
















Lampiran 11

KUNCI JAWABAN

1.             Di rumah
2.             Hak
3.             Guru
4.             Perpustakaan
5.             Pandai
6.             Di sekolah
7.             Istirahat
8.             Akhir semester
9.             Orang tua
10.         Tiga kali


Score Penilaian
-            Jawaban benar nilai 1
-            Jawaban salah nilai 0

Nilai Akhir : jumlah jawaban benar X 10