Senin, 28 November 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPA KELAS VI



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
1.            Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan keseluruhan dengan guru sebagai pemeran utama. Proses pembelajaran banyak berakar pada barbagai pandangan dan konsep. Perwujudan pembelajaran dapat terjadi dalam bebagai model. Bruce Joyce dan Marchal Weil mengemukakan 22 modal mengajar yang dikelompokan kedalam 4 hal, yaitu: proses informasi, perkembangan pribadi, interaksi social, dan modifikasi tingkah laku.
Guru memilki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus membuat perencanaan secara seksama dalam miningkatan kesempatan belajar bagi siswa dan memberbaiki kualitas mengajarnya.
Untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang baik, guru dan siswa harus bersama-sama aktif, sihingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan. Keaktifan siswa meliputi siswa tertarik pada pelajaran yang diajarkan dan bertanya. Dalam hal keaktifan guru, maka guru harus dapat membangkitkan minat dan mendorong semangat siswa untuk bertanya dan mencoba melakukan  sesuatu yang ada hubungannya dengan pelajaran yang dihadapi serta suasana kelas terasa lebih hidup karena terjadi komunikasi anatar guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Namun kenyataanya masih banyak siswa yang pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, jarang sekali siswa mau bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Rendahnya peran serta siswa dalam proses pembelajaran ini mengakibatka rendah pula hasil pembelajaran. Untuk itu peran guru dalam membangkitkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang nantinya juga akan meningkatkan hasil belajar siswa sangat diperlukan dalam hal ini profesionalime guru sangat diperlukan agar bisa membangkitkan motivasi siswa agar dapat aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan metode diskusi dan menggunkan lembar kerja siswa dalam proses pembelajaran IPA.
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ki Hajar dewantoro”Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani” yang menjelaskan bahwa proses balajar anak-anak itu melalui inisiatif (peniruan) maka dalam pembelajarannya guru harus dapat menggugah motivasi belajar, mengemukakan tujuan-tujuan pembelajaran, mengarahkan hasrat ingin tau, ingin membuktikan atau mengemukakan, dan ingin mempelajarinya.
Dengan demikian harus ada persamaan antara guru dan orang tua untuk memberi suatu penguatan (reinforcement) yang bersifat psikologis bukan kepada materi dan kebudayaan. ( Welliam C. Crain, 1980 : 9  ). Sehingga harapan orang tua, guru, dan masyarakat khususnya serta bangsa dan Negara pada umumnya akan terwujud suatu generasi mendatang yang handal.
Berdasarkan hasil obsevasi yang dilakukan oleh teman sejawat di kelas VI SD N Lebak Grabagpenulis menemukan rendahnya prestasi belajar siswa dengan ditandai ketidak aktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Dari hasil tes formatif hanya ada 7 siswa dari 16 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi hanya 34%, rata-rata kelasnya hanya 5,4 Selama proses pembelajaran berlangsung tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan, bahkan ada siswa yang kurang menangggapi materi yang disampaikan, karena metode yang digunakan guru tidak menarik perhatian siswa.

2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan data yang didapat dari proses hasil pembelajaran IPA tentang materi Tata Surya VI SD Negeri Lebak Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Ketuntasan belajar perorangan hanya 7 siswa dari 16 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi hanya 34% dan ketuntsan klasikal hanya 43.75%. ( data nilai dan analisis terlampir )
 Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya melakukan penelitian tindakan
Kelas dengan renungan atas kelemahan-kelemahan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari renungan tersebut penulis malakukan tindakan perbaikan pembelajaran dengan harapan agar tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih baik, berkualitas, dan berhasil optimal.
      Untuk itu sebagai guru dalam menuju profesionalis mengambil tindakan untuk memperbaiki kinerja pembelajarannya dengan melakukan refleksi diri.
      Dalam merefleksikan diri, penulis melaksanakan diskusi dengan teman sejawat sehungga dapat mengidetifikasi masalah sebagai berikiut :
  1. Rendahnya hasil belajar siswa.
  2. Kurangnya motivasi belajar siswa
  3. Siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalah yang suadah teridentifikasi, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“ Apakah dalam pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen dapat miningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPA materi Tata Surya?’

C.    Tujuan Penelitian
Untuk memecahkan persoalan yang dialami siswa dalam pembelajaran, maka penulis melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan :
1.      Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran melelui penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen
2.      Meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi melalui metode demonstrasi dan eksperimen
3.      Menerapakan srategi pembelajaran yang tepat

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian ini sebagai berikut :
1.      Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam perkuliahan.
2.      Bagi guru, dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas, guru dapat mengetahui strategi pembelajaran yang bervareasi, yang dapat memperbaiki dan meningkatkan system pembelajaran di kelas, sehingga permasalahan-permasalahan yang diahapai baik oleh guru, siswa, dan materi pembelajaran, dapat diminimalkan. Disamping itu dengan diberikan contoh tentang penelitian tindakan kelas ini, guru akan terbiasa melakukan penulisan kecil yang tentunya sangat bermanfaat.
3.      Bagi siswa, penelitian ini akan sangat bermanfaat.untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPA pokok bahasan Tata Surya.
4.      Bagi sekolah, hasil penelitian ini akan memberikan sumbungan yang baik bagi sekolah itu sendiri dalam rangka perbaikan pembelajaran pada khususnya sekolah lain pada umumnya.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Prestasi Belajar Siswa
1.            Pengertian Prestasi Belajar Siswa
Menurut Sundari (1998: 35 ) Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor atau nilia yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu.
         Presatasi belajar siswa dapat diketahui dari nilai yang diperoleh dalam mengikuti tes, baik itu tes formatif maupun tes sumatif, nilai raport
2.            Faktor yang Belajar.Mempengaruhi Prestasi
      Prestasi belajar siswa dapat diperoleh melaui proses belajar, selain itu ditentukan oleh siswa sebagai subyek belajar dengan berbagai latar belakang dan juga dipengaruhi oleh factor lain.
      Menurut Mahfuth Shalahudin ( 1990:57 ) menggolongkan factor yang berpengaruh terhadap individu dibagi menjadi dua :
a.       Faktor Luar
Meliputi : Lingkungan ( alam dan social ) dan intrumen ( kurikulum, pengajar, dan administrasi )
b.      Faktor Dalam
Meliputi : Fisiologis ( kondisi fisik, termasuk indra ) dan psikologis, bakat, minat, kecerdasan, motivasi siswa, dan kemampuan kognitif.
                         Jadi factor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil          
                         belajar adalah factor dari luar dan factor dari dalam

3.            Metode Demonstrasi
Guru dalam kegiatan pembelajaran sering kali harus menunjukan dan memeragakan ketrampilan –ketrampilan fisik atau kegiatan yang lain. Untuk melakukan hal tersebut. Guru dapat memakai metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dan amat bersahaja, karena metode ini adalah metode mengajar pertama kali dilakukan oleh manusia gua, yaitu pada saat mereka menambahkan kayu bakar untuk memperbesar apai unggun, dan sementara anak-anak mereka memperhatikan dan menirukannya ( Staton 1978: 91 ). Metode demonstrasi walaupun merupakan metode yang paling sederhana tetapi untuk dapat melakukan metode tersebut seorang guru hemdaknya benar-benar memahami sebelum menggunakannya.
Cardille ( 1986) mengemukakan bahwa “ demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk mempertontonkan sebuah tindakan atau prosedur yang digunakan. Metode ini ndisertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan penyajian lisan(oral) dan peragaan (visual) secara tepat” dalam Cardille ( 1986:38). Dari pengetian ini nampak bahwa metode ini ditandai dengan adanya kesengajaan untuk mempertunjukan tindakan dan atau penggunaan prosedur yang disertai penjelasan, ilustrasi, atau pernyataan lisan maupun visual.
Winarno mengemukakan bahwa “ metode demonstrasi adalah adanya seorang guru, orang luar yng diminta, atau siswa mempelihatkan suatu proses kepada seluruh kelas” ( Winarno, 1980 : 87 ). Batasan yang dikemukakan oleh Winarno memberikan gambaran kepada kita, bahwa untuk mendemonstrasikan atau memperagakan demonstrasi tidak harus dilakukan oleh guru tetapi juga dapat dilakukan oleh siswa dan yang mendemonstrsaikan suatu proses.
Dari berbagai tujuan penerapan metode demonstrasi yang dikemukakan oleh Staton, Cardille, dan winarno, dapat didefinisikan tujuan penerapan metode demonstrasi mencakup :
1.      Mengajar siswa tentang suatu tindakan, proses atau   
       prosedurketrampilan-ketrampilan fisik/motorik.
2.      Mengembangkan kemampuan pengamatan, pendengaran dan
      penglihatan siswa secara bersama.
3.      Mengkongkretkan informasi yang disajikan kepada siswa

4.      Metode Eksperimen
a.       Pengertian
                        Apabila dalam tujuan pembelajaran yang dirumuskan menuntun kearah pertanyaan-pertanyaan apakah yang akan terjadi? Bagaimanakah yang paling tepat?. Dan pertanyaan –pertanyaab yang sejenis, maka metode eksperimen patut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran.
                        Metode eksperimen, pemakaiannya akan beriringan dengan logika induktif, yaitu suatau penarikan kesimpulan berdasarkan sejumlah bukti, fakta, dan data dari keadaan tang diamati melaui eksperimen.
                        Metode eksperimen dimaksudkan sebagai kegiatan guru atau siswa untuk mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil dari percobaan itu ( Winarno, 1980 : 87 )
                        Dari batasan ini dapat ditandai bahwa metode eksperimen berpusat pada pengamatan terhadap proses dan hasil eksperimen.
                        Metode eksperimen merupakan format interaksi belajar mengajar yang melibatkan logika induktif untuk menyimpulkan pengamatan terhadap proses dan hasil percobaan yang dilakukan. Eksperimen yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
b.      Tujaun Pemakaian Metode Eksperimen
Pemakaian metode eksperimen dalam kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk :
1). Mengajar bagaimana menarik kesimpulan dari berbagai fakta,  
      informasi, atau data yang berhasil dikumpulkan melalui pengamatan
      terhadap proses eksperimen.
2). Mengajar bagaimana menarik mkesimpulan dari fakta yang terdapat
      pada hasil eksperimen yang sama.
3). Malatih siswa merancang, mempersiapkan, melaksanakan, dan
     melaporkan hasil percobaan.
4). Melarih siswa menggunakan logika induktif untuk menarik
     kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui  
     percobaan.
c.       Keunggulan Metode Eksperimen
Keungulan-keunggulan metode eksperimen yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
1)      Siswa secara aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi atau data yang diperlukan melaui percobaan yang dilakukan.
2)      Siswa memperoleh kesempatan untuk membuktikan kebenaran teori secara empiris melalui eksperimen, sehingga siswqa terlatih membuktikan ilmu secara ilmiah tidak asal-asalan.
3)      Siswa berkesempatan untuk melaksanakan prosedur metode ilmiah, dalam rangka menguji hipotesis-hipotesis.

B. Kerangka Berpikir
            Hasil belajar siswa pada umumnya masih rendah. Siswa pada umumnya masih merasa sulit untuk memahami materi pelajaran dikerenakan guru belum menerapkan metode yang tepat untuk membangkitkan motivasi dan pemahaman meteri pelajaran, maka dalam dalam kegiatan pembelajaran perlu menggunakan metode yang sesuai dengan materi pelajaran dan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

 Hipotesis
            Berdasar kerangkaberfikir di atas maka hipotesis penelitian sebagai berikut.
“Dengan menggunakan metode Demontrsai dan Eksperimen dapat meningkatkan motivasi dan presatasi belajar siswa tentang materi tata surya pada siswa kelas VI SD Lebak kecamatan Grabag.”



























BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMNELAJARAN

A.    Subyek Penelitian
  1. Tempat Pelaksanaan Penelitian
Nama Sekolah             : SD Negeri Lebak Grabag
                                      UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
                                      Kecamatan Grabag kabupaten Magelang.
  1. Waktu Pelaksanaan penelitian
    1. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus pertama dilaksanakan pada  hari Senin Tanggal 15 Pebruari 2010
    2. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus kedua dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 8 Maret 2010
     3. Mata Pelajaran             : Ilmu Pebgetahuan Alam
     4. Kelas                              :  VI
    5.  Karakteristik Siswa
         a. Jumlah siswa seluruhnya        : 16 Siswa
         b. Jumlah siswa laki-laki            : 8 Siswa
         c. Jumlah siswa perempuan        : 8 siswa
    6. Teman Sejawat
         a. Nama                                      : Tego Suroso, A. Ma. Pd
         b. NIP                                        : 197102202003121001
         c. Tugas                                      : Mengajar kelas VI
         d. Unit kerja                               : SD Negeri Lebak Grabag
         e. Instansi                                   : UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan
                                                              Olah Raga Kecamatan Grabag
                                                               Kabupaten Magelang.

B.     Diskripsi per Siklus
  1. Siklus Pertama
  1. Perencanaan Kegiatan
 Pada siklus pertama, guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Sehingga seluruh proses dari percobaan Tata Surya yang dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar tidak lebih hanya sebagai pertunjukan belaka. Merencanakan perbaikan pembelajaran dengan focus menerapkan metode demonstrasi secara terbimbing, dengan melibatkan siswa secara langsung. Setelah percobaan selesai, dilanjutkan diskusi sidswa untuk membahas hasil percobaan.
Harapan penulis dengan diterapkanya metode demonstrasi secara terbimbing tersebut dan juga melibatkan siswa secara aktif, maka akan didapatkan penguasaan pemahaman materi lebih bisa diserap siswa, tingkat ketuntasan belajar menjadi meningkat sehingga didapat hasil belajar yang memuaskan.

b. Pelaksanaan Siklus Pertama
Dalam pelaksanaan pembelajaran, penulis sepenuhnya menerapkan metode demonstrasi terbimbing  dengan melibatkan siswa secara aktif melakukan demonstrasi percobaan.
Untuk memperoleh data jalannya proses perbaikan pembelajaran tersebut tidak lepas dari seorang pengamata yakni teman sejawat yang menjadi teman sejawat adalah Jarwadi. Tugas  adalah merekam jalanya proses perbaikan pembelajaran. Hasil dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran tersebut dicatat oleh pengamat pada lembar observasi yang telah menjadi kesepakatan bersama antara penulis dengan pengamat.
Adapun langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh penulis dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama adalah sebagai berikut :
a)      Guru menjelaskan tentang Tata Surya
b)      Guru megadakan Tanya jawab tentang Tata Surya
c)      Guru nmembagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan.
d)     Guru membimbing masing-masing kelompok dalam melaksanakan percobaan.
e)      Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan.
f)       Guru memberikan penguatan-pebgutan atas hasil percobaan siswa.
g)      Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
h)      Secara kelompok siswa melaporkan hasil percobaan.
i)        Siswa mengerjakan tes formatif



c. Pengamatan / pengumpulan data / instrument
Dalam melaksanakan penelitian hasil belajar siswa, penulis menggunakan tes formatif sebagai alat evauasi untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Untuk mendukung dalam proses pengamatan ini penulis meminta batuan kepada teman sejawat yaitu  Tego Suroso, A. Ma. Pd sebagi pengamat,tugas pengamat adalah merekan jalannya proses perbaikan dari awal sampai akhir. Dalam merekan proses pembelajaran tersebut pengamat menggunakan lembar observasi yang telah disepakati oleh penulis dan pengamat.
Format observasi yang digunakan pengamat adalah sebagai berikut:


Kemunculan
Komentar
No
Perilaku Guru yang Diobservasi
Ada
Tidak

1
Apakah guru telah menyiapakan alat pelajaran?
ya
-
Belum maksimal
2
Apakah guru sudah mengguanakan alat peraga secara tepat?
ya
-
Belum maksimal
3
Aapakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi?
Ya
-
Perelu ditingkatkan
4
Apakah guru berusaha untuk mengaktifkan anak?
-
Tidak
Kurang
5
Apakah sudah membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan?
-
Tidak
Kurang
6
Apakah guru siswa untuk menayakan hal-hal yang belum paham?
Ya
-
Cukup, perlu ditingkatkan
7
Apakah guru dan siswa telah membuat kesimpulan daari mteri pelajaran?
-
tidak
kurang
8
Apakah guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran?
Ya

baik

  1. Reflesi Siklus Pertama
Berdasarkan hasil pengamatan dari teman sejawat mengenairancangan proses perbaikan pembelajaran, ditemukan beberapa  kelemahan pada rencana perbaikan pembelajaran pada siklus pertama, yaitu
a.       Pada saat dilaksanakan percobaan alokasi waktu dalam pembelajaran hanya sedikit sehingga waktu hanya dihabiskan untuk percobaan saja.
b.      Hanya sebagian siswa yang mendapat kesempatan untuk melakukan percobaan.
c.       Secara klasikal guru dan siswa tidak menyimpulkan hasil percobaan, sehingga dari beberapa pertanyaan dalam tes formatif tidak terjawab dengan benar.

  1. Siklus Kedua
a.      Perencanaan Kegiatan Siklus Kedua.
Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama menjadi faktor pendorong bagi penulis untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran yang kedua.

b.      Pelaksanaan Siklus Pertama
Dalam pelaksanaan pembelajaran, penulis sepenuhnya menerapkan metode demonstrasi terbimbing  dengan melibatkan siswa secara aktif melakukan demonstrasi percobaan.
Untuk memperoleh data jalannya proses perbaikan pembelajaran tersebut tidak lepas dari seorang pengamata yakni teman sejawat yang menjadi teman sejawat adalah Jarwadi. Tugas  adalah merekam jalanya proses perbaikan pembelajaran. Hasil dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran tersebut dicatat oleh pengamat pada lembar observasi yang telah menjadi kesepakatan bersama antara penulis dengan pengamat.
Adapun langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh penulis dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama adalah sebagai berikut :
a)            Guru menjelaskan tentang Tata Surya
b)            Guru megadakan Tanya jawab Tata Surya
c)            Guru nmembagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan.
d)           Guru membimbing masing-masing kelompok dalam melaksanakan percobaan.
e)            Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan.
f)             Guru memberikan penguatan-pebgutan atas hasil percobaan siswa.
g)            Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
h)            Secara kelompok siswa melaporkan hasil percobaan.
i)              Siswa mengerjakan tes formatif

c.       Pengamatan / pengumpulan data / instrument
Dalam melaksanakan penelitian hasil belajar siswa, penulis menggunakan tes formatif sebagai alat evauasi untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Untuk mendukung dalam proses pengamatan ini penulis meminta batuan kepada teman sejawat yaitu Tata Surya sebagi pengamat,tugas pengamat adalah merekan jalannya proses perbaikan dari awal sampai akhir. Dalam merekan proses pembelajaran tersebut pengamat menggunakan lembar observasi yang telah disepakati oleh penulis dan pengamat.
Format observasi yang digunakan pengamat adalah sebagai berikut:


Kemunculan
Komentar
No
Perilaku Guru yang Diobservasi
Ada
Tidak

1
Apakah guru telah menyiapakan alat pelajaran?
ya
-
Belum maksimal
2
Apakah guru sudah mengguanakan alat peraga secara tepat?
ya
-
Belum maksimal
3
Aapakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi?
Ya
-
Perelu ditingkatkan
4
Apakah guru berusaha untuk mengaktifkan anak?
-
Tidak
Kurang
5
Apakah sudah membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan?
-
Tidak
Kurang
6
Apakah guru siswa untuk menayakan hal-hal yang belum paham?
Ya
-
Cukup, perlu ditingkatkan
7
Apakah guru dan siswa telah membuat kesimpulan daari mteri pelajaran?
-
tidak
kurang
8
Apakah guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran?
Ya

baik


d.      Reflesi Siklus Pertama
Berdasarkan hasil pengamatan dari teman sejawat mengenairancangan proses perbaikan pembelajaran, ditemukan beberapa  kelemahan pada rencana perbaikan pembelajaran pada siklus pertama, yaitu
a.       Pada saat dilaksanakan percobaan alokasi waktu dalam pembelajaran hanya sedikit sehingga waktu hanya dihabiskan untuk percobaan saja.
b.      Hanya sebagian siswa yang mendapat kesempatan untuk melakukan percobaan.
c.       Secara klasikal guru dan siswa tidak menyimpulkan hasil percobaan, sehingga dari beberapa pertanyaan dalam tes formatif tidak terjawab dengan benar.

  1. Siklus Kedua
a.      Perencanaan Kegiatan Siklus Kedua.
Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama menjadi faktor pendorong bagi penulis untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran yang kedua
Pada tahap ini penulis merencanakan untuk menambah metode eksperimen dalam pelaksanaan perbaikan pembelajarannya. Dengan penggabungan metode demonstrasi dan metode eksperimen, dimaksudkan agar seluruh siswa nanti akan lebih jelas dalam melakukan pembelajaran.
Melaui metode demonstrasi dengan eksperimen, siswa dituntun untuk melaukan percobaan dengan pengamatan, sehingga saat mengikuti pelajaran yang ditekuni akan lebih dapat dimengerti oleh siswa. Metode ini menekankan pada kebutuhan ketelitian siswa saat menanggapi suatu masalah, keaktifan kerja, berfikir kritis, dan aktualisasi pengalaman sehari-hari. Dengan demikian pada saat dilaksanakan evaluasi akhir program, siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan guru dengan benar.

b.      Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua ini, penulis menerapkan metode demonstrasi dan metode eksperimen, serta membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan.
Adapun langkah-langkah yang akan dilaksanakan penulis dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran  siklus kedua adalah sebagai berikut
a)                  Guru menjelaskan tentang Tata Surya.
b)                  Guru mengadakan Tanya jawab Tata Surya
c)                  Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk melakukan percobaan-percobaan dan pengamatan.
d)                 Guru membimbing masing-masing kelompok dalam melakukan percobaan dan pengamatan.
e)                  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya berkaitan dengan percobaan dan pengamatan yang dilakukan.
f)                   Guru membangkitkan potensi-potensi yang dimiliki siswa saat melaksanakan percobaan dan pengamatan.
g)                  Guru memberikan moyivasi atau dorongan kepada siswa, menanggapi percobaan dan pengamatan yang dilakukanya.
h)                  Secara kelompok siswa melaporkanya hasil percobaan dan pengamatan dihadapan teman-temannya kemudian nburu menanggapinya dengan memberikan referensi seperlunya.
i)                    Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan dari seluruh hasil percobaan dan pengamatan.
j)                    Guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran berupa tes formatif.
k)                  Guru memberikan tindak lanjut.

c.       Pengamatan / Pengumpulan Data / Instrumen
Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar siswa, penulis menggunakan tes formatif untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Adapun proses pengamatanya menggunbakan lembar pengamat yang telah disepakati oleh penulis dan pengamat.
Tabel pengamatan perbaikan pembelajaran siklus II


Kemunculan
Komentar
No
Perilaku Guru yang Diobservasi
Ada
Tidak

1
Apakah guru telah menyiapakan alat pelajaran?
Ya
-
Baik
2
Apakah guru sudah mengguanakan alat peraga secara tepat?
Ya
-
Baik
3
Aapakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi?
Ya
-
Baik
4
Apakah guru berusaha untuk mengaktifkan anak?
Ya
-
Baik
5
Apakah sudah membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan?
Ya
-
Baik
6
Apakah guru siswa untuk menayakan hal-hal yang belum paham?
Ya
-
Baik
7
Apakah guru dan siswa telah membuat kesimpulan daari mteri pelajaran?
Ya
-
Baik
8
Apakah guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran?
Ya
-
Baik

d.      Refleksi Siklus Kedua
Berdasarkan pengamatan dari teman sejawat mengenai rancangan proses perbaikan pembelajaran siklus kedua ini, ada beberapa kekuatan ditemukan dan hamper tidak ada kelemahan pada rencana perbaikan pembelajaran siklus kedua. Kekuatan yang muncul pada perbaikan pembelajaran siklus kedua ini adalah :
1.      Seluruh siswa terlibat aktif dalam kegiatan percobaan dab pengamatan karena hamper suluruh siswa mendapat kesempatan untuk melakukan percobaan dan pengamatan.
2.      Masing-masing kelompok tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan percobaan dan pengamatan.
3.      Setiap pertanyaan dapat dijawab dengan benar siswa.
4.      Tingkat penguasaan siswa materi pembelajaran mencapai lebih dari 80%.







BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Diskripsi Persiklus
  1. Siklus pertama
Dari  perencanaan yang sudah dibuat guru melaksanakan perbaikan pembelajaran dari focus menerapkan metode demonstrasi dan eksperimen  siswa terlibat lebih aktif, dalam mengikuti pembelajaran. Diharapakan dari menerapkan metode demonstrasi dan eksperimen ini, tingkat prestasi belajar siswa menjadi lebih baik. Setiap pertanyaan guru dapat dijawab dengan benar leh siswa. Setelah dilaksanakan penelitian pada tes akhir, tingakat ketuntasan belajar siswa bisa mencapai target 80% sesuai dengan harapan.
Namun dari proses perbaikan pmbelajaran siklus pertama, belum sepenuhnya harapan penulis tercapai sepenuhnya. Setiap kali penlis menyapaikan pertanyaan kepada siswa belum bisa terjawab dengan benar.
Setelah dberikan tes formatif pada perbaikan pembelajaran siklus pertamadiperoleh data hasil penilaian hasil terhadap siswa yang mengejakan sola sebanyak 10 nomer dengan hasil sebagai berikut :
Hasil Tes Formatif Perbaikan pembelajaran IPA Siklus I
No
Nilai
Jumlah Siswa
Skor
1
4
4
16
2
5
3
15
3
6
3
18
4
7
3
21
5
8
2
16

Jumlah
-
86

Rata-rata
-
5,3

Demikian juga hasil pengamat dari teman sejawat mengenai pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran siklus pertama yang dilaksanakan penulis. Berdasarkan data observasi yang tertuang pada lembar pengamatan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel Pengamatan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran IPA
Siklus I


Kemunculan
Komentar
No
Perilaku Guru yang Diobservasi
Ada
Tidak

1
Apakah guru telah menyiapakan alat pelajaran?
ya
-
Belum maksimal
2
Apakah guru sudah mengguanakan alat peraga secara tepat?
ya
-
Belum maksimal
3
Aapakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi?
Ya
-
Perelu ditingkatkan
4
Apakah guru berusaha untuk mengaktifkan anak?
-
Tidak
Kurang
5
Apakah sudah membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan?
-
Tidak
Kurang
6
Apakah guru siswa untuk menayakan hal-hal yang belum paham?
Ya
-
Cukup, perlu ditingkatkan
7
Apakah guru dan siswa telah membuat kesimpulan daari mteri pelajaran?
-
tidak
kurang
8
Apakah guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran?
Ya

baik

Berdasar tabel di atas ditemukan beberapa kekuatan dan kelemahan pada perbaikan pembelajaran siklus pertama. Kekuatan yang muncul hanya sebagian siswa yang menjadi lebih aktif karena diberi kesempatan guru untuk mengutarakan pendapatnya.
Adapun yang menjadi kelemahan perbaikan pembelajaran siklus pertama adalah :
a.  Pada pelaksanaan demonstrasi, waktunya hanya sedikit.
b. demonstrasi hanya dilakukan oleh sebagaian siswa saja.
c.  Secara klasikal garu dan siswa tidak menyimpulkan hasil dari demonstrasi.

2.      Siklus Kedua.
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus kedua, penulis merencanakan untuk menambah metode eksperimen dalam melaksanakan pembelajaran ,diharapaka dengan menggunakan metode demonstrasi dan eksprimen dengan melibatkan seluruh siswa,maka penguasaan siswa terhadap materi pelajaran akan lebih optimal.
Diharapkan dari keterlibatan  seluruh siswa dalam malakukan eksperimen tersebut, tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran lebih dapat optimal, sehingga prosentase ketuntasan belajarnya bisa mencapai 80% sesuai keinginan guru dan acuan ketuntasan belajar nasional.
Hasil pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran siklus kedua, sungguh memperoleh peningkatan belajar siswa lebig berhasil. Hal ini terbukti bisa menjawab 10 soal yang dilaksanakan pada tes formatif.
Hasil Tes Formatif Perbaikan pembelajaran IPA
 Siklus II
No
Nilai
Jumlah Siswa
Skor
1
4
1
4
2
6
2
12
3
7
1
7
4
8
6
48
5
9
4
36
6
10
1
16

Jumlah
-
134

Rata-rata
-
8,3

Demikian juga hasil pengamatan dari teman sejawat, mengenai pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua bagi penulis, dari tabel lembar pengamatan / observasi didapat hasil sebagai berikut.
Tabel Pengamatan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran IPA
Siklus I


Kemunculan
Komentar
No
Perilaku Guru yang Diobservasi
Ada
Tidak

1
Apakah guru telah menyiapakan alat pelajaran?
Ya
-
Baik
2
Apakah guru sudah mengguanakan alat peraga secara tepat?
Ya
-
Baik
3
Aapakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi?
Ya
-
Baik
4
Apakah guru berusaha untuk mengaktifkan anak?
Ya
-
Baik
5
Apakah sudah membangkitkan siswa dalam menjawab pertanyaan?
Ya
-
Baik
6
Apakah guru siswa untuk menayakan hal-hal yang belum paham?
Ya
-
Baik
7
Apakah guru dan siswa telah membuat kesimpulan daari mteri pelajaran?
Ya
-
Baik
8
Apakah guru memberikan penilaian pada akhir pembelajaran?
Ya
-
Baik

Berdasarkan hasil pengamatan dari teman sejawat mengenai proses perbaikan pembelajaran siklus kedua pada mata pelajaran IPA materi tata surya dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan, ditemukan kekuatan hamper tidak ada kelemahan / kekurangan yang muncul.
Kekutan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran siklus kedua ini adalah:
1)      Seluruh siswa terlibat aktif karena seluruh siswa mendapat kesempatan untuk melakukan percobaan dan pengatan atau mendenstrasikan dan melakukan eksperimen
2)      Masing-masing kelompok tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan percobaan dan pengamatan
3)      Setiap pertanyaan guru dapat dijawab dengan benar oleh siswa.
4)      Tingkat penguasaan materi terhadap materi tata surya lebih dari 80%.

B.     Pembahasan.
  1. Siklus Pertama
Setelah diadakan peraikan pembelajaran yangmenfokuskan penerapan metode diskusi dan Lembar Kerja Siswa untuk meningkatkan prestasi belajar, diperoleh hasil yang sdikit kemajuan tingkat pengusaan siswa terhadap materi pelajaran.
Dari pengamatan teman sejawat pada pelajaran sebelumnya, ketuntasan belajar siswa terhadap materai cahay 45 %, setelah diadakan perbaikan pembelajarn ketuntasan belajar menjadi 59% kemajuan yang terjadi terhadap materi pelajaran, merukan hasil dari dari perbaikan pembelajaran yang dilasankan dengan cara siswa diaktifkan dalam demostrasi dan eksperimen atau percobaan dan pengamatan. Namun kemajuan yang terjadi belum seperti yang diharapkan yakni ketuntasn belajara 80%. Kelemahan proses perbaikan pembelajaran, terjadi karena tidak semua siswa diberi kesempatan dalam melaksanakan demonstrasi, sehingga dalam pelaksanaan diskusi kelompok siswa menjadi ramai karena siswa belum memahami masalah dengan jelas. Dengan demikian tingkat pengusaan siswa terhadap materipun menjadi rendah.
Demikian juga dalam hal perbaikan guru yang direkam oleh teman sejawat dalam lembar pengamatan, apa yang telah dirumuskan bersama antara penulis dan pengamat belum sepenuhnya dilaksanakan guru dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran belum menunjukan kemajuan yang berarti. Penulis belum melaksanakan hal-hal yang ditetapkan pada lembar pengamatan yang sudah dirumuskan antara penulis dan pengamat.

  1. Siklus Kedua
Kemajuan yang terjadi dalam tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, merupakan hasil dari perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dengan tersedianya alat Bantu / media yang memadai, sehingga seluruh siswa dapat terlibat secara aktif dalam malakukan percobaan dan pengamatan. Demikian juga tingkat penguasaan siswa terhadap materi cahaya menjadi optimal.
Pendapat dari para ahli tentang metode mengajar, penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen telah diterapakan dalam perbaikan pembelajaran.
Dalam hal prilaku guru yang direkam oleh teman sejawat dalam lembar pengamatanpun menunjukan kemajuan yang berarti. Penulis sudah melaksanakan hal-hal yang ditetapkan dalam lembar pengamatan yang sudah dirumuskan antara guru dan pengamat.
Pada perbaikan pembelajaran kedui ini apa yang menjadi tujuan semula dapat tercapai yaitu proses pembelajaran yang bermutu dan pemahaman siswa terhadap materi tata suryaa tercapai secara optimal dari 53% menjadi 83%.








BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A.          Simpulan
Melihat hasil perbaikan pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  
telah dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1)       Penguasaan siswa terhadp mata pelajaran IPA Kelas VI Tata surya dapat         ditingkatkan melalui penggunaan metode demonstrsai dan eksperimen.
2)       Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPA dengan        menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen, membantu siswa dalam        memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menyikapi mata pelajaran yang dihadapi.
3)       Dengan mengunakan metode demonstrasi dan eksperimen, siswa lebih        dapat meningkatkan prestasi belajarnya dalam menanggapi materi dan         permasalahan belajarnya untuk mendapatkan hasil lebih optimal.

B.           Saran.
Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa hal yang masih perlu dilakukan oleh guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada umumnya dan khususnya terdapat tingkat penguasaan materi pelajaran adalah:
1.      Merepakan metode  yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa
2.      Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, guru hendaknya melibatkan siswa secara aktif dan     dengan memberikan penguatan –penguatan agar siswa termotivasi      sehingga prestasi belajar menjadi meningkat dan berhasil optimal.
3.       Berdasarkan pengalaman penulis, bahwa dalam melaksanakan perbaikan     pembelajaran perlu kiranya diadakan kelompok kerja antar guru.   
    Tujuannya adalah untuk selalu saling tukar pengalaman, menghidarkan kesulitan-kesulitan berkaitan pada kesibukan tugas kerja yang menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.





DAFTAR PUSTAKA
BSNP 2008. Model silabus kelas I,  Jakarta Depdiknas
Peraturan Mentri Pendidikan Nasional tentang standar isi kurikurum tingkat satuan pendidikan. Jakarta Depdiknas
Hamalik,Oemar. 1992 Psikolagi belajar mengajar  Bandung Sinar baru
Nana Sudjana 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar.   Bandung: Lembaga Penelitian IKIP Bandung
Purwodarminto, WJS.1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.
Warnadi, IGAK 2007. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta Universitas Terbuka.
Sradiman, A. M.1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.
Depdikbud 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar ( GBPP ). Jakarta Depdikbud
Russeffendi,E. T 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam I. Jakarta Universitas Terbuka
Suryobroto, Sumadi. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV Rajawali
Surakhmat. Winarto, Thomas Murroy. 1981. Metodologi Pengjaran. Jakarta
Winkel.1984. Psikologi Pendidikan Evaulasi Belajar. Jakarta : PT Gramedia.


















Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah                       : SD Negeri Lebak Grabag
Kelas                           : VI
Mata Pelajaran            : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Semester                      : II (dua)

I.   A. Standar Kompetensi
9.   Memahami Matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata  surya.
     B. Kompetensi Dasar
9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi, dan revolusi  
      bulan.
II.  Indikator
•     Menjelaskan peristiwa  peristiwa rotasi dan revolusi bumi.
•     Menjelaskan akibat yang terjadi karena rotasi dan revolusi bumi.
•     Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi bulan.
•     Menjelaskan akibat yang terjadi karena rotasi dan revolusi bulan.
•     Mendemonstrasikan gerakan bumi mengelilingi matahari.
III. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
1.   Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi bumi.
2.   Menjelaskan akibat yang terjadi karena rotasi dan revolusi bumi.
3.   Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi bulan.
4.   Menjelaskan akibat rotasi dan revolusi bulan.
5.   Memperagakan gerakan-gerakan Bumi dan Bulan mengelilingi matahari.
6.   Menjelaskan kenampakan Bulan dari Bumi sebagai akibat gerak revolusinya terhadap Bumi.
IV. Materi Pembelajaran
Gerakan Bumi dan Bulan
1.   Gerakan Bumi
      Bumi melakukan 2 gerakan yaitu :
      a. bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi
      b. bumi berputar mengelilingi matahari disebut revolusi bumi
      Akibat rotasi bumi :
      a. terjadinya siang dan malam
      b. terjadinya gerak semu harian matahari
      c. terjadinya perbedaan waktu
      Akibat revolusi bumi :
      a. terjadinya gerak semu tahunan matahari
      b. terjadinya perubahan musim
2.  Gerakan bulan
      Bulan melakukan 3 gerakan yaitu :
      a. bulan berputar pada porosnya (berotasi)
      b. mengelilingi bumi (berevolusi)
      c. bersama-sama bumi mengelilingi matahari
      Waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusinya, maka mengakibatkan permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama.
      Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan.
Model Pembelajaran :
a.   Direct Instructional (DI)
b.   Cooperative Learning (CL)
Metode Pembelajaran :
a.   Tanya jawab
b.   Tugas
c.   Eksperimen
d.   Demonstrasi
V.  Langkah-Langkah Kegiatan
a.   Kegiatan Pendahuluan
1)   Motivasi: Benarkah Matahari bergerak mengelilingi Bumi?
2)   Pengetahuan prasyarat: Apakah yang menjadi pusat tata surya ?
b.   Kegiatan Inti
1)   Guru menjelaskan tentang gerakan Bumi dan Bulan.
2)   Guru menanyakan gejala alam yang sering ditemui peserta didik terkait dengan gerakan Bumi dan Bulan.
3)   Guru meminta peserta didik mendeskripsikan gejala alam tersebut.
4)   Guru memberi penjelasan gejala alam tersebut dikaitkan dengan gerakan Bumi dan Bulan.
5)   Guru mengadakan tanya jawab mengenai materi yang telah diberikan.
6)   Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami.
c.   Penutup
1)   Guru membimbing peserta didik untuk membuat rangkuman.
VI.   Sumber Belajar
   Sumber :
   1. Buku IPA Salingtemas Kelas VI SD/MI, Wigati Hadi Omegawati, dkk.
   2. Sains SD Kls VI, Haryanto, Erlangga.
   Alat :
   1. Plastisin
   2. Lampu senter
   3. Globe
   4. Pensil
VII. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Tes Unjuk Kerja
b. Tes Tertulis
2. Bentuk Instrumen
a. Uji petik kerja prosedur
b. Uraian
3. Contoh Instrumen  : Terlampir

Grabag, 15 Februari.2010
Mengetahui
Kepala Sekolah




Guru Kelas VI








Daftar Nilai Siklus I
DAFTAR NILAI TES AKHIR SIKLUS I



NO
Nama
Nilai
1
Irkomar0din
4
2
Tri Kuncoro
5
3
Kurniawan
6
4
Prayogo
6
5
Partinah
4
6
Doni Irawan
7
7
Siti Nasiroh
4
8
Ade
5
9
Nurur Widayati
4
10
Ismawati
7
11
Sartiyah
4
12
Nadzarodin Fahmi
7
13
Pupung Kridiyanto
6
14
Zukismiyati
8
15
Yogha Putra Romadhan
8
16
Iin Saputri
5

Jumlah
86

Rata-rata
5,3






















Daftar Nilai Siklus II
DAFTAR NILAI TES AKHIR SIKLUS I



NO
Nama
Nilai
1
Irkomar0din
9
2
Tri Kuncoro
8
3
Kurniawan
8
4
Prayogo
8
5
Partinah
8
6
Doni Irawan
10
7
Siti Nasiroh
6
8
Ade
4
9
Nurur Widayati
8
10
Ismawati
6
11
Sartiyah
7
12
Nadzarodin Fahmi
9
13
Pupung Kridiyanto
8
14
Zukismiyati
9
15
Yogha Putra Romadhan
9
16
Iin Saputri
9

Jumlah
134

Rata-rata
8,3